Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan pendampingan penyusunan dokumen akreditasi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan tata kelola program studi. Kegiatan ini difokuskan pada penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) yang menjadi instrumen utama dalam proses akreditasi program studi.Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan produktif, serta dihadiri oleh pimpinan fakultas, tim penyusun dokumen akreditasi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Jurusan Agroteknologi. Pendampingan ini menghadirkan narasumber sekaligus pendamping dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Negeri Gorontalo, yaitu Dr. Muchtar Ahmad, yang memberikan arahan teknis dan strategis terkait penyusunan dokumen akreditasi yang sistematis, terukur, dan sesuai dengan instrumen akreditasi terbaru.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Mohamad Lihawa. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjamin kualitas pendidikan tinggi serta mencerminkan kapasitas institusi dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan. Beliau juga menyampaikan bahwa penyusunan dokumen LKPS dan LED tidak hanya menjadi kebutuhan administratif semata, tetapi merupakan proses reflektif untuk mengevaluasi capaian kinerja program studi, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan strategi pengembangan di masa mendatang. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh sivitas akademika menjadi faktor penting dalam menghasilkan dokumen yang komprehensif, valid, dan berbasis data.

Dalam sesi pendampingan, Dr. Muchtar Ahmad memberikan penjelasan mendalam mengenai struktur penyusunan LKPS dan LED, mulai dari pengisian data kuantitatif, analisis capaian indikator kinerja, hingga teknik penyusunan narasi evaluatif yang menggambarkan kondisi riil program studi secara objektif dan ilmiah. Selain itu, peserta juga diberikan arahan terkait sinkronisasi data, eviden pendukung, serta strategi penyajian dokumen agar sesuai dengan standar penilaian lembaga akreditasi. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tim penyusun terhadap substansi dan teknis penyusunan dokumen akreditasi, sehingga proses penyusunan LKPS dan LED dapat berjalan lebih efektif, sistematis, dan berkualitas. Melalui kegiatan ini, Jurusan Agroteknologi menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu akademik serta meningkatkan daya saing program studi di tingkat nasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi bersama yang berlangsung interaktif, di mana peserta menyampaikan berbagai masukan dan kendala teknis dalam proses penyusunan dokumen. Semangat kolaborasi dan komitmen bersama yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan akreditasi unggul bagi Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian UNG.