Fakultas Pertanian dan Syngenta Perkuat Sinergi Akademisi - Industri melalui Kuliah Umum

Oleh: Laode Muhamad Irsan . 18 Agustus 2026 . 12:08:08

Gorontalo, 18 Agustus 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia industri dalam mempersiapkan lulusan pertanian yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan sektor agribisnis global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertema “Membangun Karier di Industri Agribisnis Global: Peluang, Tantangan dan Kompetensi Lulusan Pertanian di Era Pertanian Regeneratif”, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 150 mahasiswa baru Fakultas Pertanian UNG angkatan 2026 tersebut menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber utama, yakni Bahtiar Manadjeng, Regional Sales Manager PT Syngenta Indonesia. Kehadiran praktisi dari perusahaan agribisnis global tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dinamika dunia kerja, perkembangan industri pertanian, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak awal menempuh pendidikan tinggi.

Kuliah umum dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan I Fakultas Pertanian UNG Dr. Mohamad Lihawa, SP., MP. Dalam pembukaan kegiatan, disampaikan bahwa keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi semakin penting seiring dengan cepatnya transformasi sektor pertanian. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali dengan penguasaan ilmu pengetahuan secara teoritis, tetapi juga perlu memahami kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta berbagai tantangan yang akan dihadapi setelah memasuki dunia profesional.

Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses pengenalan akademik bagi mahasiswa baru. Sejak awal memasuki Fakultas Pertanian, mahasiswa diperkenalkan pada perspektif yang lebih luas mengenai peluang karier di bidang pertanian dan agribisnis. Pertanian saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan produksi di tingkat lahan, tetapi telah berkembang menjadi sektor yang terintegrasi dengan teknologi, manajemen, pemasaran, inovasi, keberlanjutan, hingga jaringan bisnis global.

Dalam pemaparannya, Bahtiar Manadjeng mengajak mahasiswa melihat besarnya peluang yang tersedia dalam industri agribisnis global. Lulusan pertanian memiliki ruang karier yang luas, baik pada perusahaan agribisnis, industri perlindungan tanaman, benih, teknologi pertanian, pemasaran, penelitian dan pengembangan, konsultasi, maupun bidang lain yang mendukung sistem pangan dan pertanian.Menurutnya, perkembangan industri juga menuntut lulusan pertanian untuk memiliki kompetensi yang semakin beragam. Penguasaan bidang keilmuan tetap menjadi fondasi utama, namun harus diperkuat dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, kemampuan bekerja dalam tim, literasi teknologi, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap dinamika pasar dan kebutuhan konsumen.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep pertanian regeneratif, sebuah pendekatan yang semakin mendapatkan perhatian dalam pengembangan pertanian masa depan. Pendekatan ini tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga dan memperbaiki kualitas sumber daya alam, kesehatan tanah, biodiversitas, efisiensi pemanfaatan input, serta keberlanjutan ekosistem pertanian. Dalam konteks tersebut, generasi muda pertanian memiliki posisi strategis. Mahasiswa pertanian dituntut mampu menjadi bagian dari transformasi sektor pertanian menuju sistem produksi yang lebih produktif, inovatif, efisien, sekaligus berkelanjutan. Perubahan tersebut juga membuka berbagai peluang baru bagi lulusan yang memiliki kemampuan mengintegrasikan ilmu pertanian dengan teknologi, bisnis, dan prinsip keberlanjutan.

Suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti materi dan memperoleh gambaran langsung mengenai bagaimana kompetensi yang dipelajari selama kuliah nantinya digunakan dalam lingkungan kerja profesional. Interaksi dengan praktisi industri memberikan pengalaman berbeda karena mahasiswa dapat memahami tantangan dunia agribisnis berdasarkan pengalaman nyata di lapangan. Selain membahas peluang karier, kuliah umum juga memberikan pesan penting bahwa mahasiswa perlu mulai membangun kapasitas diri sejak semester awal. Prestasi akademik menjadi salah satu modal penting, tetapi pengalaman organisasi, kemampuan berkomunikasi, penguasaan bahasa asing, jejaring profesional, literasi digital, serta kemampuan untuk terus belajar juga menjadi faktor yang menentukan daya saing lulusan.

Bagi 150 mahasiswa baru Fakultas Pertanian UNG angkatan 2026, kegiatan tersebut menjadi bekal awal untuk memahami bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik. Masa studi merupakan kesempatan untuk membangun pengetahuan, karakter, keterampilan, dan kesiapan profesional agar mampu berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan pertanian di tingkat lokal, nasional, hingga global. Melalui penyelenggaraan kuliah umum bersama PT Syngenta Indonesia, Fakultas Pertanian UNG semakin menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya membuka wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja, tetapi juga mendorong pengembangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian masa kini dan masa depan.

Fakultas Pertanian UNG berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia industri dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menghasilkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan. Kuliah umum ini sekaligus menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian UNG untuk menatap masa depan dengan perspektif yang lebih luas. Di tengah transformasi pertanian global dan berkembangnya paradigma pertanian regeneratif, lulusan pertanian memiliki peluang besar untuk mengambil peran sebagai ilmuwan, inovator, profesional, entrepreneur, dan agen perubahan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Informasi

Agenda