Jurusan Agroteknologi UNG Gelar Lokakarya Kurikulum OBE untuk Mencetak Lulusan Unggul dan Berdaya Saing

Oleh: Laode Muhamad Irsan . 22 Juli 2026 . 14:51:06

Gorontalo – Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum Program Studi Agroteknologi pada 20–21 Juli 2026 dengan mengusung tema "Transformasi Kurikulum Program Studi Agroteknologi Berbasis Outcome Based Education (OBE) Menuju Lulusan Unggul dan Berdaya Saing." Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Jurusan Agroteknologi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan pendidikan nasional.

Lokakarya secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo Dr. Ir. Muhammad Mukhtar, S.Pt, M.Agr, Sc, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi kurikulum merupakan langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika dunia industri, dunia usaha, serta tantangan global.

"Implementasi Outcome Based Education bukan sekadar perubahan dokumen kurikulum, tetapi merupakan transformasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan," ungkap Dekan Fakultas Pertanian UNG.

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Rosmaina, S.P., M.Si., menyampaikan materi via zoom meeting mengenai konsep dan implementasi Outcome Based Education (OBE) dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi. Dalam paparannya, Prof. Rosmaina menjelaskan bahwa paradigma OBE menempatkan capaian pembelajaran lulusan (CPL) sebagai fokus utama dalam seluruh proses pendidikan, mulai dari perancangan kurikulum, strategi pembelajaran, metode asesmen, hingga evaluasi berkelanjutan.

Beliau juga menekankan pentingnya penyelarasan antara profil lulusan, kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta Standar Nasional Pendidikan Tinggi agar lulusan Agroteknologi memiliki kompetensi yang relevan, profesional, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

 

Selama dua hari pelaksanaan, peserta lokakarya yang terdiri atas pimpinan fakultas, dosen Jurusan Agroteknologi, tim pengembang kurikulum, serta berbagai pemangku kepentingan terlibat aktif dalam diskusi, penelaahan dokumen kurikulum, penyempurnaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan bahan kajian, struktur mata kuliah, hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan prinsip Outcome Based Education. Kegiatan ini juga melibatkan stakeholder yakni IKA Alumni, BRMP, dan BPP Kabupaten Bone Bolango.

Selain membahas substansi akademik, forum ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan sektor pertanian modern, transformasi digital, pertanian presisi, serta tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan. Melalui proses tersebut diharapkan kurikulum Program Studi Agroteknologi mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, keterampilan abad ke-21, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta karakter yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Ketua Jurusan Agroteknologi menyampaikan bahwa hasil lokakarya akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum Program Studi Agroteknologi yang akan diimplementasikan pada tahun akademik mendatang. Penyusunan kurikulum berbasis OBE diharapkan semakin memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan sekaligus mendukung pencapaian akreditasi unggul serta peningkatan daya saing lulusan Universitas Negeri Gorontalo.

Melalui pelaksanaan Lokakarya Kurikulum ini, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Agenda