HMJ Agroteknologi UNG Gelar Talkshow Refleksi Hari Tani Nasional 2026, Soroti Tantangan Pertanian dan Ketahanan Pangan Gorontalo

Oleh: Laode Muhamad Irsan . 30 September 2026 . 08:40:24

BONE BOLANGO, GORONTALO – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar Talkshow Refleksi Hari Tani Nasional 2026 dengan mengusung tema “Mengurai Tantangan Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Gorontalo”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Koma Coffee, Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Talkshow yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September 2026 tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, dan praktisi pertanian untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi sektor pertanian, khususnya ancaman kekeringan, kondisi sosial ekonomi petani, keberlanjutan produksi pangan, serta penguatan ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah fasilitator dari berbagai unsur, di antaranya Roswaty Agus, S.Pt., M.M., selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango; Misbar Bulotio, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Bidang Ketahanan Pangan; Wawan Pembengo, S.P., M.Si., akademisi Universitas Negeri Gorontalo; serta Mohamad Harun, S.ST., selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bulango Timur. Forum ini juga melibatkan perwakilan bidang penyuluhan serta tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah ancaman kekeringan terhadap keberlanjutan usaha tani. Perubahan pola curah hujan dan keterbatasan ketersediaan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas lahan, serta meningkatkan risiko kerugian ekonomi bagi petani. Dalam pembahasan tersebut, penguatan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan. Upaya ini memerlukan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, penerapan teknologi budidaya sesuai kondisi agroekosistem, serta peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi risiko iklim.

Selain persoalan produksi, talkshow turut menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan petani sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan ketahanan pangan. Peningkatan hasil pertanian perlu diikuti dengan penguatan kelembagaan petani, pendampingan penyuluhan, akses terhadap teknologi, serta dukungan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan usaha tani. Ketahanan pangan juga tidak semata-mata diukur melalui besarnya produksi pertanian, tetapi mencakup ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, dan stabilitas pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, HMJ Agroteknologi UNG turut menunjukkan peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademik yang memiliki kepedulian terhadap persoalan pertanian daerah. Keterlibatan mahasiswa dalam forum diskusi diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai tantangan sektor pertanian sekaligus mendorong lahirnya pemikiran dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan petani. Peringatan Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, petani, dan generasi muda dalam membangun sistem pangan yang tangguh.

Melalui semangat refleksi dan kolaborasi, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi juga menjadi dorongan bagi penguatan kebijakan pertanian, inovasi teknologi, pemberdayaan petani, serta pembangunan pertanian Gorontalo yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan. Hari Tani Nasional bukan sekadar momentum memperingati perjuangan petani, melainkan juga pengingat bahwa masa depan ketahanan pangan daerah sangat bergantung pada keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan para petaninya.

Agenda