GORONTALO – Mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), turut berpartisipasi dalam kegiatan kuliah umum bertajuk “Karantina Goes to Campus” dengan tema “Peran Badan Karantina Indonesia dalam Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas” yang dilaksanakan pada 15–16 Oktober 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Pertanian UNG.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Pertanian UNG ini menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan wawasan akademik mengenai peran strategis Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam melindungi sumber daya hayati, mendukung ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia dalam perdagangan internasional. Kuliah umum tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Pertanian UNG, Dr. Mohamad Lihawa, S.P., M.P. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan mahasiswa melalui pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan dinamika kebijakan, kelembagaan, dan praktik di sektor pertanian.

Melalui kegiatan Karantina Goes to Campus, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai tugas dan fungsi Badan Karantina Indonesia yang tidak hanya berperan dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam mendukung kelancaran perdagangan dan diplomasi ekonomi Indonesia.
Peran karantina semakin penting seiring dengan meningkatnya mobilitas komoditas pertanian antarwilayah maupun antarnegara. Penerapan sistem perkarantinaan yang efektif diperlukan untuk menjamin kesehatan, keamanan, serta pemenuhan persyaratan teknis komoditas yang diperdagangkan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan pasar dan memperluas peluang ekspor produk pertanian nasional. Bagi mahasiswa Jurusan Agroteknologi, kegiatan ini memiliki relevansi yang kuat dengan bidang keilmuan yang dipelajari, khususnya perlindungan tanaman, organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), biosekuriti, kesehatan tanaman, serta pengelolaan produksi pertanian berkelanjutan.
Pemahaman mengenai sistem perkarantinaan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengenali keterkaitan antara aspek teknis budidaya, perlindungan sumber daya hayati, regulasi perdagangan, dan pengembangan agribisnis yang berorientasi pada pasar global. Selain memperluas wawasan keilmuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Mahasiswa sebagai calon akademisi, peneliti, praktisi, dan pelaku usaha pertanian perlu memahami bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh sistem perlindungan, pengawasan, dan penjaminan kualitas komoditas pertanian. Partisipasi mahasiswa Jurusan Agroteknologi dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya pembelajaran kolaboratif antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif, serta memiliki wawasan nasional dan global.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum Karantina Goes to Campus, diharapkan mahasiswa Fakultas Pertanian UNG semakin memahami kontribusi Badan Karantina Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga kelestarian sumber daya hayati, serta mendukung diplomasi ekonomi dan daya saing produk pertanian Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga perkarantinaan dalam menghasilkan generasi muda pertanian yang profesional, inovatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.